Bustami 54,41% vs Mualem 62%, Klaim Kemenangan Pilgub Aceh 2024

Berita, Politik410 Dilihat

Banda Aceh – Situasi politik di Aceh memanas usai Pilkada 2024, dengan kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur saling mengklaim kemenangan berdasarkan hasil penghitungan sementara.

Pasangan Bustami Hamzah dan Fadhil Rahmi, yang maju dengan nomor urut 01, mengumumkan keunggulan sementara dengan perolehan suara 54,41 persen. Data ini diungkapkan oleh Ketua Tim Pemenangan Bustami-Syeh Fadil, TM Nurlif, dalam konferensi pers di Banda Aceh pada Rabu (27/11/2024) malam.

“Kami telah menerima data dari sekitar 70 persen TPS di seluruh Aceh, dan pasangan Bustami-Syeh Fadil unggul dengan 54,41 persen suara. Data ini valid dan dikumpulkan melalui sistem khusus kami yang memastikan akurasi,” ujar TM Nurlif.

Ia juga meminta seluruh tim untuk tetap mengawal proses penghitungan suara hingga selesai. Namun, klaim ini langsung disanggah oleh pasangan nomor urut 02, Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhullah (Dek Fadh).

Mualem, dalam konferensi pers terpisah di Kantor Badan Pemenangan di Pango, Banda Aceh, menyatakan bahwa pihaknya telah memperoleh 62 persen suara berdasarkan penghitungan sementara tim internalnya.

“Kami berterima kasih kepada seluruh rakyat Aceh yang telah memberikan kepercayaan kepada kami. Berdasarkan hasil sementara, kami memperoleh lebih dari 60 persen suara,” kata Mualem.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada partai pengusung, relawan, dan tokoh masyarakat yang mendukungnya. Pernyataan saling klaim ini menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Juru Bicara pasangan Bustami-Syeh Fadil, Hendra Budian, menjelaskan bahwa pihaknya terpaksa membuka data internal setelah mendengar klaim dari pasangan nomor 02.

“Kami awalnya ingin menunggu proses resmi dari penyelenggara pemilu. Namun, karena ada klaim sepihak dari pihak lain, kami merasa perlu meluruskan informasi agar masyarakat tidak bingung,” ungkap Hendra.

Hendra menegaskan bahwa data mereka berasal dari real count berbasis saksi di TPS. “Ini adalah data yang kami kumpulkan langsung dari lapangan, bukan sekadar klaim,” tambahnya.

Di sisi lain, tim pasangan Mualem-Dek Fadh juga bersikeras bahwa klaim mereka didasarkan pada penghitungan suara nyata yang sudah mencapai lebih dari dua juta pemilih.

Proses penghitungan suara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Aceh masih berlangsung, dan masyarakat Aceh diminta untuk menunggu hasil final. Situasi ini menandai persaingan ketat dalam Pilgub Aceh 2024, dengan kedua belah pihak menyerukan pentingnya menjaga kedamaian dan stabilitas selama proses berlangsung.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *