PopularPost.Id, Banda Aceh – Satu Pemandangan yang tidak enak terlihat pada perhelatan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) -8 di Taman Sultanah Shafiatuddin, Lamprit Banda Aceh.
Satu tumpuk sampah yang telah terbukus dengan kantong plastik warna hitam menumpuk disudut pagar halaman PKA-8 tepatnya sudut persimpangan menuju kantor Inspektorat Aceh.
Menurut pantauan media ini Senin Siang hingga sore 6 November 2023, Sampah tersebut masih menggung hingga pukul 17.2O WIB dan tak kunjung di angkut ke Tempat Pembuangan Akhir.
Diperkirakan volume sampah ini lebih dari dua muatan truk diduga hasil aktivitas dari PKA-8 tadi malam.
Selain itu tumpukan sampah tersebut sudah mengenai tortoar dan mengganggu pejalan kaki dan mengeluarkan aroma tak sedap walau terbungkus dalam plastik.
Sebaliknya hal ini berbeda dengan Konsep Go green atau ramah lingkungan yang di cetus panitia pelaksaan.
Setiap pengunjung diimbau untuk ikut serta mengkampanyekan gerakan meminimalisasi penggunaan sampah plastik, dengan cara membawa tumbler dan kantong belanja sendiri, serta membuang sampah pada tempatnya.
Tim divisi kebersihan akan menyediakan tempat sampah dan plastik terpilah.
Selain itu, panitia juga menyediakan water station (stasiun air minum) agar memudahkan pengunjung membawa tumbler, sehingga dapat membatasi sampah plastik kemasan botol.
Para pengunjung dan pedagang juga diimbau untuk tidak menyediakan lagi sedotan, styrofoam dan kantong berbahan plastik hal ini demi meminimalisir sampah plastik pada perhelatan akbar tersebut.
Lantas jika konsep ini benar-benar berjalan mengapa harus ada tumpukan sampah?






